← Kembali
Umum 03 March 2026

Membangun relasi romantis bersama orangtua kelas 7, 8 dan 9

Membangun relasi romantis bersama orangtua  kelas 7, 8 dan 9
Tidak mudah menjadi orangtua untuk anak-anak gen Z ataupun gen Alpha saat ini. Setidaknya hal itu yang dirasakan oleh para orangtua saat kami mengundang mereka dalam pertemuan orangtua siswa kelas 7 hingga kelas 9 yang kami selenggarakan pada hari Sabtu 7 Februari 2026 lalu di ruang Audio visual. Pertemuan ini dibagi menjadi 2 sesi yakni sesi-1 khusus bagi orangtua kelas 7 dan 8 yang dihadiri sebanyak 36 orangtua siswa. Sedangkan sesi-2 dihadiri oleh orangtua
kelas 9 sebanyak 37 orang.
Pertemuan yang terjadi selama kurang lebih 2,5 jam tersebut berisi pemaparan program-program sekolah di semester Genap di Tahun Pelajaran 2025-2026. Di sesi informasi Kepala Sekolah, Ibu Fransisca Dwi Sariasmara Rete, ST,MM menegaskan bahwa dukungan dan kerjasama dari orangtua dalam masa perkembangan siswa memiliki andil yang sangat besar. Karena sehebat apapun program dan upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk mengmbangkan siswa jika tanpa ada daya dukung dari orangtua maka pendidikan seorang siswa tidak akan berhasil. Untuk itu sekolah sangat berterima kasih atas kerjasama yang selama ini telah ditunjukkan oleh orangtua di semester Ganjil yang lalu. Ibu Sisca juga mengingatkan bahwa semester genap ini merupakan semester yang sangat singkat dengan banyaknya hari efektif yang terpotong libur, maka dimohon kerjasama orangtua untuk memaksimalkan hari efektif belajar supaya siswa tidak tertinggal pelajaran di sekolah.
Selain informasi dari Kepala sekolah, Bpk Agung Hananto,S.Pd selaku Wakil di bidang Kurikulum juga banyak memaparkan data perkembangan capaian belajar siswa dari tahun ke tahun setiap angkatan. Di kelas 7 peningkatan hasil belajar di beberapa matapelajaran cukup membanggakan meskipun masih ada mata pelajaran yag perlu mendapat perhatian karena belum mencapai kriteria maksimal yang menjadi standart sekolah. Sedangkan di kelas 8 dan 9 cenderung
grafiknya sudah banyak progres belajar yang dicapai oleh siswa. Meskipun yang menjadi catatan beberapa guru untuk siswa kelas 9 ini beberapa siswa yang tadinya merupakan siswa yang rajin dan semangat justru di semester ini menunjukkan penurunan hasil belajar. Maka dalam sesi tersebut Pak Agung menegaskan agar orangtua lebih memotivasi putra-putrinya dalam belajar dan pemanfaatan waktu di rumah agar tidak lagi memakai sistem SKS alias Sistem Kebut Semalam Karena justru kurang efektif dan banyak anak-anak yang lesu saat pagi ke sekolah karena kecapekan mengerjakan tugas sekolah. Tidak kalah pentingnya selain sisi akademis dalam pertemuan tersebut juga dipaparkan informasi dari Wakil Kesiswaan yang dikelola oleh Ibu B. Eka Listiowati.S,Sos atau yang akrab dipanggil Ms Elis. Sebagai “polisi sekolah” yang menegakkan proses pendisiplinan siswa, Ms Elis banyak menyoroti terkait pelanggaran tata tertib yang masih banyak menjadi raport merah kesiswaan diantaranya adalah soal rambut yang masih gondrong, kedisiplinan berseragam sekolah, keterlambatan hadir ke sekolah. Ms Elis menegaskan agar orangtua di rumah pun hendaknya kompak dengan sekolah dalam menegakkan pola asuh yang disiplin pada siswa-siswa. Selain soal tata tertib Ms Elis juga menyampaikan bahwa sekolah sangat mengapresiasi keaktifan siswa dalam mengikuti lomba-lomba baik akademis maupun non akademis. Hal tersebut pasti tidak lepas dari support orangtua kepada siswa dalam mengikuti lomba. Harapannya dengan seringnya siswa mengikuti lomba adalah kepercayaan diri siswa akan makin terasah dan juga portofolio prestasi siswa pun akan meningkat, sehingga nantinya hal tersebut sangat membantu siswa untuk pengembangan diri di jenjang berikutnya. Keaktifan orangtua dalam pertemuan tersebut sangat bagus terbukti
banyaknya diskusi dari orangtua yang bermunculan di sesi tanya jawab. Hal tersebut membuktikan bahwa selama ini orangtua SMP Ignatius Slamet Riyadi sungguh-sungguh mengikuti proses belajar yang dijalani oleh putra putrinya, dan hal ini menunjukkan bahwa orangtua tidak hanya menyerahkan keberhasilan pendidikan ke sekolah. Hal ini sangat selaras dengan apa yang dikatakan oleh tokoh Pendidikan kita, Bpk Ki Hajar Dewantara yang mengatakan bahwa anak-anak hidup
dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.